Enam Tewas, 88 Hilang
berita today- Regu penyelamat berpacu dengan waktu, Rabu (7/2), berupaya untuk mengevakuasi orang-orang yang terperangkap di balik reruntuhan gedung setelah gempa kuat mengguncang Taiwan. Setidaknya enam orang tewas, 88 orang dilaporkan hilang, serta 256 lainnya terluka.
Rekaman video dan sederet foto menunjukkan beberapa gedung di kabupaten Hualien, lokasi terparah dampak gempa, dengan tingkat sudut kemiringan yang tajam, lantai paling bawah hancur menjadi tumpukan batu bata, kaca-kaca berserakan, balok besi bengkok beserta puing-puing lainnya. Regu pemadam kebakaran tampak menaiki anak tangga memanjat jendela sementara mereka mencari warga yang tinggal di apartemen-apartemen yang ambruk tersebut.
Badan Pemantau Geologi Amerika Serikat (USGS) mencatat gempa bumi berkekuatan 6,4 SR mengguncang kota pesisir Hualien di Taiwan pada Selasa malam. Akibat gempa tersebut, empat gedung bertingkat di pusat Kota Hualien rusak parah dan nyaris roboh.
Empat korban tewas berada di gedung permukiman bertingkat Yun Men Tsui Ti, sementara dua korban tewas lainnya terperangkap di Hotel Marshal yang berada di kota tujuan wisata favorit di Taiwan tersebut, tulis kantor berita resmi Taiwan, CNA, yang dipantau Antara di Beijing.
Sejauh ini terdapat 224 orang korban berhasil diselamatkan dari dampak bencana alam di wilayah timur Taiwan itu.
Hualien merupakan salah satu tujuan wisatawan populer di pantai timur Taiwan dan berpenduduk sekitar 100.000 orang.
"Presiden telah meminta kabinet dan kementerian-kementerian terkait agar segera meluncurkan 'mekanisme bencana' dan bekerja secepat mungkin untuk menangani bencana," kata kantor Presiden Tsai Ing-wen dalam pernyataan. Tsai mengatakan pemerintah segera menjalankan upaya untuk memperbaiki jalan raya yang rusak karena gempa.
Ia mengatakan pemerintah akan memberi tahu perkembangan lebih lanjut pada Rabu pagi mengenai situasi terakhir. Sementara itu, Biro Pusat Cuaca Taiwan (CWB) mencatat gempa berkekuatan 6,0 SR dengan kedalaman 10 kilometer yang berjarak 18,3 kilometer di sebelah utara Kabupaten Hualien itu terjadi pada Selasa (6/2) pukul 23.50 waktu setempat (22.50 WIB).
Gempa tersebut diikuti dengan gempa lainnya, meskipun kekuatannya lebih rendah dibandingkan sebelumnya. Hingga saat ini belum diketahui adanya korban tewas dari kalangan warga negara Indonesia.
Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei mengimbau WNI segera melapor jika ada yang menjadi korban gempa.
Jumlah WNI yang bekerja di Taiwan diperkirakan mencapai angka 250 ribu orang, sedangkan yang melanjutkan pendidikan sekitar 3.500 orang.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar